Jurnal Kajian Seni “Pertunjukan Lenong Denles. Teater tahun 2021
Pendekatan sosiologi
Pendekatan sosiologi adalah ilmu yang menerangkansuatu keadaan masyarakat yang dilengkapi dengan struktur ataupun gambaran gejala sicial yang saling berhubungan, sosiologi itu dapat digunakan sebagai pendekatan untuk mengerti suatu agama, pentingnya dapat dipahami karena disna menerangkan agama yang ada hubunganya dengan sosial, karena danya suatu agama itu khususnya juga untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sosial.
Disini saya akan menganalisis sebuah seni pertunjukan teater tradisional yaitu lenong betawi. Dalam kajian ini saya mengambil dari teater betawi yang berjudul Pertunjukan Lenong Denles.
METODE PENELITIAN
Penulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penulisan ini lebih berfokus pada makna (meanings) dan pemahaman (understanding) daripada kuantifikasi. Metode kualitatif secara umum merujuk pada pengumpulan data dan strategis atau teknik analisis data.
Dalam penulisan ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi kepustakaan . studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data dengan tinjauan pustaka perpustakaan dan bahan bahan tertulis serta referensi-referensi yang releven dengan penelitian yang sedang dilakukan. Di Indonesia jenis penelitian ini banyak dikenal dengan library research (penelitian kepustakaan).
PEMBAHASAN
Unsur Intrinsik dalam seni pertunjukan Teater berjudul Pertunjukan Lenong Denles karya Sanggar Alam Kita pada 14 Januari 2021
Seni teater adalah pertunjukan karya seni yang mengisahkan tingkah laku manusia. Dalam sebuah teater terdapat struktur dan unsur-unsur dari seni teater tersebut, meliputi unsur intrinsik ataupun unsur ekstrinsik. Sebuah seni teater tentunya juga memiliki unsur-unsur tertentu. Unsur-unsur teaterpun hampir sma dengan dengan karya sastra lain pada umumnya.
Dalam seni pertunjukan Lenong Denles ada beberapa aspek yang dibahasa dalam teater ini, diantarnya adalah yaitu tentang kebohongan, ilmu dan adab, dan kerja sama manusia.
Pendekatan sosiologi sastra berangkat dari kenyataan bahwa karya sastra itu tidak akan lepas dari kondisi sosio budaya masyarakat yang melingkupinya, bagaimanapun dan apapun bentuknya. Pendekatan ini meninjau karya sastra dengan mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatannya.
Setelah melihat pertunjukan Lenong Denles, penulis memamparkan fakta yang ditemukan dalam pertunjukan Lenong Denles dengan menggunakan pendekatan sosiologi.
Nyai: sini duduk dlu ki.
Aki : iya ayo duduk....
Nyai : nih kite bilangin ya, klo ntar ada yang nyariin jangan bilang-bilang ya, jangan di kasih tau.
Aki : ohhhh gtu ya, lah mang ngapa begitu?.
Nyai: udah gak usah kepo-kepo pokoknya.
Kutipan diatas menjelaskan tokoh Nyai yang meyuruh Aki berbohong. Padahal ia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, sikap Nyai ini menggambarkan sikap yang tidak mementingkan orang lain, ia hanya mementingkan diri sendiri. Tokoh nyai ini adalah gambaran dari masyarakat kalangan atas yang sering hanya memikirkan dirinya sendiri, tanpa memikirkan orang lain, dengan menambahkan sedikit kebohongan menjadi salah satu alasannya.
Kumis: lu kga usah emosih, klo jadi anak muda mah kudu sabar dan berilmu
Bongsor: lah mang ngapa begitu...
Kumis: lah iyalah ilmu itu penting, tapai adab jauh lebih penting.
Dari kutipan diatas tokoh Kumis mencoba memberikan nasehat kepada temannya yaitu Bongsor , bahwa kita itu hidup harus punya ilmu dan adab. Hal ini jelas menggambarkan keadaan masyarakt, bahwa dalam kehidupan sehari-hari ilmu penting namun, jauh lebih penting adab terhadap sesama manusia, baik itu saudara, tetangga, bahkan orang yang jauh dari kitapun .
ketua : Jin.... sebagai utusan raja, kita harus bekerja sama untuk menjaga kerajaan ini.
Jin : iya benar ketua, kita sesam jin harus bekerja sama untuk menjaga ratu yang akan melahirkan.
Kutipan diatas menggambarkan kehidupan dalam masyarakat yang saling kerja sama, bukan hanya golongan manusia, namun Jin pun dalam bermasyarakat harus saling tolong menolong dan bekerja sama. Inilah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang sesungguhnya bekerja sama dana saling tolong menolong itu sangat penting di kehidupan masyarakat.
Kritik Sastra Dalam Pertunjukan Lenong Denles
Dalam pertunjukan Lenong Denles ini sebenarnya menceritakan tentang sebuah kehidupan dalam bermasyarakat, banyak sekali macam-macam aspek yang terjadi ketika kita bermasyarakat, dalam hal ini kita diajarkan untuk tidak berbohong dalam berbicara, selalu mempunyai ilmu serta adab dalam bermasyarakat, serta harus saling tolong menolong dan bekerja sama untuk kebaikan bersama.
Pertunjukan Lenong Denles ini salah satu pertunjukan Lenong yang singkat dan jelas,namun mempunyai banyak makna, cukup menarik dan menjadi salah satu pelajaran bagi kita dalam berkehidupan masyarakat.
Kelebihan
Salah satu kelebihan Lenong Denles itu adalah mudah dan cepat dipahami oleh penontonnya, alurnya pun singkat dan tidak berbelit-belit.
Kekurangan
Dan kekurangan dalam Lenong ini adalah pengambilan suara yang kurang jelas dan berisik, sehingga membuat pertunjukan Lenong kurang bagus .
Kesimpulan
Pertunjukan Lenong Denles ini menceritakan kisah kehidupan dalam masyarakat, yang memang seharunya banyak mengandung aspek kerjasama, serta adanya imu dan adab dalam masyarakat.